loading...

Kisah Benar!!!Semasa berpantang, saya serta baby pun balik atas desakan suami.GAGALKAH SAYA SEBAGAI SEORANG ISTERI? PATUTKAH SAYA BERTAHAN DEMI ANAK SAYA?






tak tau nak luah kat sapa lagi, xda tempat nak meluah. Saya & suami saya adalah pasangan muda. Ya… benar kata ibu saya jgn terlalu berharap. macamni kisahnya, saya & suami x lagi tinggal sebumbung lepas saya bersalin..

asalny lps bersalin 7 bulan yg lepas, sepatutnya saya berpantang di rumah mertua tetapi ibu saya telah membawa saya balik atas sebab diri saya yg tgh berpantang x terjaga.

Masa saya berpantang kat sana, makanan tenghari xda siapa yg sediakan.. baju saya & baby suami langsung x hiraukan. Air mandi bby saya yg sediakan dari hari pertama berpantang semuanya dari a ke z saya lakukan sendiri.

suami saya ni baran orangnya, masa sy mengandung dulu dia dah sepak terajang perut saya yg tgh sarat. dia dera saya dari segi fizikal & mental sjk saya mengandung lagi.

oleh sbb ibu saya x tahan tgk saya x terurus masa pantang, dia bawa saya balik sampaikan mak cik saya sanggup dtg dari jauh & berpisah skjp dgn suami dia untuk menjaga saya & bby dlm pantang..alhamdullilah urusan berpantang terjaga.

tapi, hari2 suami saya dok sindir dok keji saya x nak balik rumah mertua..masalahny sekarang ni suami saya sendiri x nak tidur rumah family saya. saya sedih sangat2 sbb dulu masa syg preggy saya yg bbysit anak buah saya..tpi masa sya pantang, diorang x pedulikan langsung saya & bby.

44 hari pun berlalu & saya serta bby pun balik atas desakan suami saya..nak tau kenapa dia dok desak? sebab dia cuma nak seks!!!!! Allahu, saya x kuat…4 hari balik rumah mertua, saya masatu tgh kemas2 rumah suami saya jaga anak dlm bilik…kebetulan adik ipar (lelaki) cuti masa tu.

nak tau apa jadi masa saya naik atas jengok bby? dia cakap saya menggatal dekat bawah. dia cakap saya jual tetek dgn adik dia. sdgkan saya cuci & sidai baju kmi bertiga, masak & buat air sbagainy..

x cukup dgn tu, dia pergi terajang perut saya, sampaikan anak saya yg baru berumur sebulan tgh tidur dia letak dlm bakul pakaian! bila saya melawan nak protect anak saya dia ugut guna pisau nak bunuh saya. saya jadi takut & saya sepak * & saya sepak dia.

Sekarang ni kami x lagi duduk sebumbung sbb saya dah kerja bbysitter pulak jiran mak saya…dia x nak tidur rumah family saya sbb x selesa rumah ni kecil (flat) lagipun mil saya larang dia tidur rumah saya…kerja rumah dia langsung x nak tlg…

haritu anak saya demam dia x nak bwk pegi klinik sbb dia mngantuk nak tidur..dia langsung xda rasa tanggungjawab.bila saya suruh dia hantar saya ke tmpt kerja, dia bagi alasan letih..sampaikan anak saya xda org jaga masa mak saya tgh driving plg lepas hantr saya kerja..Allahu saya x kuat…

Saya bertahan selama ni sebab ANAK saya…saya x nak dia x merasa kasih syg seorang ayah, walaupun ayah dia x pernah tanya khanar dia.

bby dan saya dh ke tahap berdikari sendiri je.. semua ny saya buat sendiri…tanggubgjawab batin dia slalu desak saya, tpi dia x miss bagi nafkah sbb takut mak saya marah kat dia sbb slama ni mak saya yg banyak beli brg bby saya bukan dia & keluarga mertua. bli brg bby pun berkira. sampaikan anak saya masuk emergency gara2 dia x bwk anak saya ke klinik. wahai anak, kaulah kekuatan ku..

– IBU BUNTU

Hukum Menyakiti Hati Wanita Dalam Islam dan Dalilnya
Sebagian orang mungkin menganggap wanita sebagai racun dunia. Namun dalam islam, wanita diibaratkan layaknya perhiasaan dunia. Wanita itu adalah sosok yang istimewa. Mereka begitu tegar dan kuat. Namun di sisi lain, mereka bisa berubah menjadi sangat rentan serta rapuh. Hal ini dikarenakan wanita cenderung menggunakan perasaan dibandingkan logika.  Menurut penelitian, kadar produksi hormon dalam tubuh wanita juga sering mengalami perubahan (misalnya saja ketika hamil dan menstruasi), itulah mengapa wanita sangat mudah moody serta gampang emosional.


Lantas, bagaimana sebaiknya sikap laki-laki dalam menghadapi sikap wanita yang demikian? Apabila seorang istri melakukan kesalahan, bolehkah suami membentaknya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, lebih lanjut simak ulasan mengenai hukum menyakiti wanita dalam islam dibawah ini. Check it out!

Hukum Menyakiti Hati Wanita di dalam Al – Qur’an

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘alayhi Wasallam bersabda: “Berbuat baiklah kepada Wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari Tulang Rusuk, dan sesungguhnya Tulang Rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas. Maka sikapilah para Wanita dengan baik.” (HR al- Bukhari)

Islam tidak pernah mengajarkan umatnya untuk berbuat kasar kepada wanita. Seorang wanita memiliki perasaan yang lembut dan sangat mudah tersentuh. Sedikit saja mereka disakiti maka mereka akan sakit hati. Maka itu, wanita harus diperlakukan secara baik. Apabila wanita melakukan kesalahan, jangan dihadapi dengan kemarahan yang keras. Percuma, perilaku itu tidak akan membuatnya patuh justru wanita akan semakin memberontak dan sedih.


A. Hukum Menyakiti Hati Istri
Hanya karena kedudukan suami sebagai kepala keluarga, bukan berarti ia bebas membentak dan memukul istrinya. Selama istrinya tidak melakukan dosa yang fatal, sebaiknya suami memaafkan. Karena bagaimanapun juga tidak ada manusia yang sempurna. Jangan hanya diingat buruk-nya saja. Tapi ingatlah juga kebaikan-kebaikan istri yang telah merawatmu, menghidangkan makanan, mencuci pakaianmu, dan mendidik anak-anakmu. Lalu bagaimana jika istri berbuat dosa yang melanggar syariat agama (seperti berselingkuh), Allah SWT telah menjelaskan jawabannya dalam surat An-nisa ayat 34 yang artinya:

“…Wanita-wanita yang kalian khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka, dan jauhilah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Jika mereka menaati kalian, janganlah kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka. Sesungguhnya Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (QS. An-nisa:34)

Dari ayat diatas, ada 3 hal yang boleh dilakukan suami saat ia merasa diperlakukan tak adil oleh istrinya:

Menasehati istri dengan tutur kata yang baik.
Apabila istri tidak bisa dinasehati, maka suami boleh mendiamkannya (pisah ranjang).
Jika masih tidak digubris, barulah suami boleh memukul istrinya dengan syarat pukulan itu tidak boleh menimbulkan cedera, tidak boleh memukul diwajah. Tidak boleh memukul dengan tongkat dan benda lain yang keras. Pukulan cukup dilakukan dengan tangan dan tidak untuk menyakiti. Melainkan hanya sebagai pelajaran. Perlu diingat bahwa pukulan ini menjadi opsi terakhir apabila istri benar-benar tidak bisa intropeksi diri. Karena bagaimanapun juga Rasulullah Saw juga tidak menyukai laki-laki yang berbuat kasar, sebagaimana sabdanya: “Apakah pantas, salah seorang di antara kalian memukul istrinya seperti seorang budak tetapi kemudian menggaulinya di penghujung malam?”
Allah SWT menganjurkan seorang suami untuk bersabar menghadapi istrinya, sebagaimana firmannya:

Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S.al-Nisa: 19)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa hukum menyakiti hati wanita tidak boleh. Suami wajib memperlakukan istrinya dengan baik kecuali si istri melakukan perbuatan sangat keji.

C. Hukum Menyakiti Hati Wanita (Secara Umum)
Walaupun tidak berstatus sebagai seorang istri ataupun ibu, wanita tetap dipandang mulia oleh islam. Laki-laki tidak boleh menyakiti hati wanita seenaknya saja. Menyakiti perasaan wanita adalah tindakan yang keterlaluan. Wanita mudah jatuh dalam rayuan laki-laki. Apabila laki-laki mempermainkannya, tentu perilaku itu sangat dilarang.

Menyakiti hati wanita termasuk dalam kategori perbuatan menyakiti orang lain. Sedangkan Allah SWT memerintahkan umatnya untuk berbuat baik terhadap sesama, sebagaimana firmannya: “Dan bertutur katalah yang baik kepada manusia, laksanakan salat dan tunaikanlah zakat.” (QS. Al-Baqarah: 83)

Serta dalam surat An-Nahl ayat 90: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (QS An-Nahl:90)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa menyakiti hati wanita dalam islam tidak ada tuntutannya. Terlebih lagi jika itu dilakukan tanpa alasan yang jelas maka hukumnya tidak diperbolehkan.


“Sesungguhnya dunia ini seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang sholihah.” (HR. Ahmad)

Sebelum kita membahas perihal hukum menyakiti hati wanita, ada baiknya kita pahami terlebih dahulu bagaimana kedudukan wanita dalam islam. Wanita tentu sangatlah dimuliakan oleh Allah SWT. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Allah SWT juga memasukan surat khusus dengan nama An-nisaa’ yang berarti “wanita” dalam Al-Quran . Nah, dibawah ini beberapa keistimewaan yang dimiliki oleh seorang wanita:

Ketika masih kecil: Pintu surga untuk orang tuanya
Ketika masih kecil, anak perempuan bisa menjadi pintu surga bagi orang tuanya. Sebagaimana dijelaskan dalam hadist,  dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “…Barangsiapa yang diuji dengan anak-anak perempuan, kemudia dia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak perempuan tersebut akan menjadi penghalang dari siksa api neraka” (H.R Muslim)

Dijelaskan pula oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Barangsiapa yang mengayomi dua anak perempuan hingga dewasa maka ia akan datang pada hari kiamat bersamaku”. Anas bin Malik berkata: Nabi menggabungkan jari-jari jemari beliau. (HR Muslim)

Ketika menjadi istri: Penentram hati suami
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs. Ar. Ruum: 21)

Setinggi apapun jabatan, sebanyak apapun harta kekayaan, kehidupan seorang lelaki tidak akan lengkap tanpa kehadiran seorang istri. Itulah mengapa Allah SWT menciptakan manusia saling berpasangan. Agar keduanya bisa merasa senang. Dan seorang istri yang solehah dan pengertian tentu akan menjadi penetram bagi suaminya.


Ketika menjadi ibu: Madrasah bagi anak-anaknya
Bukan sekolah, madrasah pertama seorang anak adalah ibunya. Dari ibu, anak belajar berbicara, membaca, berhitung, berjalan, dan sebagainya. Apabila ibu mampu memberikan pendidikan yang benar dan sesuai syariat agama, anak-anaknya bisa tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa seorang wanita adalah tiangnya negara, mereka adalah kunci pembentuk generasi masa depan. (Baca juga: mendidik anak perempuan–Cara mendidik anak dalam islam)

Ketika menjadi ibu: Surga berada di telapak kakinya
Ketika wanita telah menjadi ibu, maka ia menjadi kunci surga bagi anak-anaknya. Apabila anak tersebut durhaka kepada ibunya dan tidak meminta maaf maka ia akan masuk neraka. Bahkan rezekinya di dunia pun disempitkan oleh Allah SWT. Nabi Muhammad Saw juga mengatakan bahwa anak harus berbuat baik kepada orang tuanya, dan yang lebih utama mendapatkan kebaikan tersebut adalah ibu, barulah kemudian ayah.

Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari-Muslim)










loading...

0 Response to "Kisah Benar!!!Semasa berpantang, saya serta baby pun balik atas desakan suami.GAGALKAH SAYA SEBAGAI SEORANG ISTERI? PATUTKAH SAYA BERTAHAN DEMI ANAK SAYA?"

Post a Comment

loading...
'));